Feeds:
Pos
Komentar

POLLING CINTA

Hatiku

Agung, sebut saja begitu, adalah Sosok pria yang tergolong mapan di Desanya, ia adalah seorang Guru yang yang sudah diangkat menjadi PNS pada rekrutmen awal tahun lalu. dan telah dinyatakan Lulus sertifikasi melalui jalur Prestasi. Awalnya Agus adalah seorang Mahasiswa PTN yang ada di Surabaya dengan biaya yang sangat minim. ia bekerja diselah waktu luang kuliahnya. Singkatnya Kuliah Agung Molor sampai batas akhir DO. (14 semester). ditengah jalan panjang untuk menggapai mimpi, Agung dikejutkan datangnya Undangan pernikahan dari pacarnya yang bernama Gendhuk wangi. Ihik, tangisnya lirih. Ia berusaha tetap tegar untuk menyelesaikan Tugas-tugas kuliahnya. Ia berpikir mungkin karena kemiskinan yang selalu melekat padanya yang mengakibatkan semua ini terjadi.

Untuk membunuh rasa sepi, Agung meluangkan waktu diselah-selah kesibukan kuliah dan kerja. Agung Mengabdikan diri pada Yayasan Sosial di Surabaya. di Yayasan inilah terjadi titik balik dalam kehidupannya, Ia menemukan sosok wanita tangguh, sebut saja Risa. Risa adalah gadis cantik yang bisa membunuh rasa sepi dan merupakan sosok yang selama ini ia cari. “RISA ADALAH CINTA MATIKU” tulisnya dalam buku hariannya.

Ya, benar. Risa adalah cinta matinya. cinta yang dibawah mati akibat penyakit yang diidapnya. Leukemia. setelah kematiannya, Agung merasa cintanya sudah mati. terkubur bersama kepergian Risa.

Lha, sekarang Agung bimbang. Sesaat ia bermimpi menemukan kembali Risa yang hidup kembali, Namun ia tersadar bahwa Risa yang ia anggap hidup lagi ternyata bukan Risa. itu hanya khayalan yang timbul akibat pemikiran-pemikiran ngawurnya.

Agung bingung, Ghenduk wangi yang dulu pernah meninggalkannya kini datang dengan membawa segudang cinta dan seorang anak hasil pernikahannya yang terdahulu.

Sebagai bahan pertimbangan Agung, Agung membuat sayembara berupa polling cinta. ia akan menyerahkan hatinya pada Gendhuk wangi, menolaknya, anda juga bingung atau berikan saran yang lain (Tuliskan pada kotak panjang warna pink). atau beri alasannya di kotak komentar

Ingin membantu Agung? ikuti Polling Cinta ini.

Kesamaan nama dan cerita adalah kebetulan semata. hahahah

HM. Siradj
Disadur dari judu aslinya Mati Gaya karena Facebook Oleh HM. Siradj

INI warning bagi penggemar Facebook. Karena tak berhati-hati menulis komentar di dinding account Facebook milik temannya, Ujang Romansyah, warga Bogor, dilaporkan ke polisi oleh Felly, teman akrabnya di jejaring sosial yang lagi populer itu. Gara-garanya, komentar Ujang dianggap keterlaluan dan tergolong perbuatan tidak menyenangkan.

Laporan ke polisi dilakukan Felly pada 23 Juni lalu. “Kami sudah memeriksa korban,” ujar Kasatreskrim Polresta Bogor AKP Irwansyah, seperti dikutip detikcom Selasa lalu. “Dia (Felly) melaporkan pencemaran nama baik melalui situs internet Facebook,” tambahnya. Ini tentu bisa terjadi di mana saja, mengingat demam Facebook kini juga melanda semua kota di Indonesia.

Kita belum tahu, apakah Ujang benar-benar bermaksud menghina atau sekadar guyon dengan komentarnya itu. Yang pasti, guyonan serupa sebenarnya sering kita temui di status maupun komentar para Fesbuker (sebutan akrab penggemar Facebook), meski tidak sevulgar komentar Ujang seperti disebut di atas.

*** Lanjut Baca »

Moh. Khoirul Anwari

Moh. Khoirul Anwari


Sukses Semua

Sukses Semua


Peluang Masuk Lebih Besar, Banyak Peserta Tak Datang
Hari Pertama Ujian SNM PTN

Sedikitnya 1.131 orang di antara 29.140 peserta seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) panitia lokal Surabaya tidak hadir pada ujian hari pertama kemarin (1/7). Panitia menggunakan sistem persentil untuk menilai jawaban peserta.

Menurut Ketua SNM PTN Panlok Surabaya Setiobudiadi, ketidakhadiran 1.131 peserta itu disebabkan banyak faktor. Lanjut Baca »

Masjid Ponpes Sunan Drajat

Masjid Ponpes Sunan Drajat

Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat menerima pendaftaran siswa/santri/mahasiswa baru tahun ajaran 2009/2010. Adapun program/jurusan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIRA (Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Qosim)
– pendidikan Bahasa arab
– pendidikan bahasa Inggris
– Ekonomi Islam
– Pendidikan matematika
– Ma’had Aly Marhalah Ula
* Beasiswa
Dipertais, peneliti muda,BMKM,Toyota Fondation, Sudra fondation
* Syarat pendaftaran
– mengisi formulir pendaftaran
– membayar uang pendaftaran
– menyerahkan legalisir
– Ijazah SLTA atau sederajat5 lembar, foto 3×4=5 lbr,
3×3=5 lbr
* Biaya pendaftaran
– gelombang 1 Rp, 75.000
– gelombang II Rp, 100.000
– Biaya daftar ulang dan ORDIK Rp 400.000
– DPP Rp, 300.000

YAYASAN PONDOK PESANTERN SUNAN DRAJAT MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2009/2010
JENJANG PENDIDIKAN :

MTS SUNAN DRAJAT
MMA SUNAN DRAJAT
MA SUNAN DRAJAT Jurusan:
– IPA
– IPS
– BAHASA

SMK SUNAN DRAJAT Jurusan:
– Teknik Gambar Bangunan
– Teknik Pemesinan
– Teknik Otomotif
– Teknik Elektronika Industri
– Teknik Komputer dan Jaringan
– Teknik Kapal Penangkap Ikan
– Multimedia
– Tata Busana
– Akutansi
– Penjualan
– Administrasi Perkantoran
Lanjut Baca »

Tulisan ini disadur dari judul aslinya Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi
————————————
Ujian Nasional sudah diselenggarakan dan berikutnya adalah merencanakan dan menentukan langkah selanjutnya. Apakah mau masuk perguruan tinggi, jurusan apa yang dipilih, dsb. Bagi anak yang sudah mengetahui apa bakat dan minatnya dan terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan. Masalahnya di masa ini banyak siswa SMA yang sulit ambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, Lanjut Baca »

Pentingkah Ujian Nasional Itu?

Selain membuahkan kegembiraan yang luar biasa, UN (Ujian Nasional atau Ujian Negara) itu setiap tahunnya juga menyisakan kesedihan. Sebetulnya, sejauhmanakah UN itu penting? UN memang tidak menjadi syarat untuk masuk surga atau masuk ke masyarakat (berhasil berperan di masyarakat), tetapi kalau melihat di lapangannya, UN itu tetap Lanjut Baca »

Melihat berbagai kecurangan yang ada, terlepas kecurangan itu benar-benar terjadi atau hanya angin “jadi-jadian”, banyak teman2 saya tertarik untuk beropini salah satunya mengenai hukuman yang pantas bagi mereka.

“jika benar kecurangan itu terjadi, maka sudah selayaknya hukuman buat mereka. hukuman TIDAK LULUS rasanya sangat pantas bagi mereka. bahkan jika perlu stigma itu terus menempel di”jidat”nya, tanpa harus menggunakan istilah baru yang dikumandangkan BSNP UJIAN ULANG. hukuman dilakukan karena mereka yang terbukti curang, telah mencederai proses pendidikan yang mencetak generasi berprestasi dan jujur. Penyakit kronis negeri ini, Korupsi, berawal dari proses pendidikan yang tidak jujur ini” Ungkap Pak Put Kepsek di Sekolah MI MIFTAHUL ULUM III.

“Namun Stigma TIDAK LULUS bagi sebagian siswa yang “jujur” dan ternyata tidak lulus saya rasa UJIAN ULANG perlu dilakukan untuk mereka. setidaknya kita bisa menghargai kejujurannya”.

“Bagi siswa yang lulus dan telah berbuat curang? ini yang repot. berdasarkan status “hukum” dia lulus. akan tetapi kecurangan yang telah dilakukan membuat ia tidak lulus di mata Tuhan, Teman2 dari SMADA Ngawi ada yang bilang bahwa Tuhan tidak tidur melihat ini semua,” celetuk Filati Fitriyah, S.Pd di sekolah yang sama.

Saya berpikir kenapa mereka belajar selama 3 tahun hanya meributkan tentang hasil yang diukur dari nilai? knapa tidak moralnya? indikator2 yang membingungkan saya. bagi saya Unas ulang atau paket C sama saja, sama-sama dapat digunakan mendaftar SNMPTN (setiap WN berhak mengenyam pendidika yang sama) dan sama-sama selembar kertas yang terdapat hasil belajar berupa nilai.

jika berbicara mengenai angka, saya teringat pesan bapak tatkala saya menimba ilmu di Pondok Pesantren Sunan Drajat, dan mendapatkan nilai terbaik di pesantren tersebut. saya berharap semoga ada pujian yang keluar dari bibir beliau tatkala di dapuk untuk memberi ucapan sepata kata kepada tamu undangan akhir tahun, “nilai yang tertulis di Raport ini tidak ada nilainya (ilmu) sama sekali, nilai (ilmu) yang sesungguhnya ada di sini (Menunjuk otak) dan di Sini (menunjuk hati)” bergetar hati saya pada waktu itu, saya sudah merasa pandai setinggi langit tapi ternyata saya kalah oleh bapak saya yang tidak tamat SD. ya, saya kalah dengan beliau yang tidak tamat SD, ungkapan tersebut terus membekas sampai saya Kuliah dan bahkan terbawa sampai ruang kelas.

nah, karena ucapan bapak diatas, saya merasa ada yang aneh jika harus ada UNAS. di satu sisi Unas diperlukan untuk mengukur keberhasilan siswa. di sisi lain Unas hanya mengukur kemampuan siswa yang dapat diukur oleh nilai 5,55.

Layakkah mereka mendapat “hukuman” ujian PaketC? saya setuju dengan wacana yang dihembuskan ole bapak kepsek tadi, namun alangkah indahnya negeri ini jika ujian ulang tetap dilaksanakan toh mereka sudah mendapatkan stigma negatif dari lingkungan disekitarnya, ditambah lagi kondisi kejiwaanya yang memang masih labil. untuk BSNP segera terbitkan jadwal unas ulang, mereka butuh sikap yang jelas. mereka bukan mainan yang dapat kita permainkan. mereka adalah generasi penerus bangsa ini. Majulah Pendidikan Indonesiaku